Keluarga Terbantu
0
+
Aman & Lembut
0
%
Tingkat Keberhasilan
0
%
Konsultasi Tersedia
0
/7
GTM seringkali disalahartikan sebagai perilaku "pilih-pilih". Klik pada kartu di bawah ini untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di otak anak Anda.
Anak bukan sekadar pilih-pilih:
Otak anak secara tidak sadar mempersepsikan tekstur atau aroma tertentu sebagai benda asing yang berbahaya. Memaksa mereka sama saja memaksa memakan "racun".
Efek paksaan pada hormon:
Semakin dipaksa, semakin kuat hormon stres (kortisol). Kortisol menutup sinyal rasa lapar di otak, membuat anak kehilangan nafsu makan secara biologis.
Kenapa vitamin bukan solusi akar:
Vitamin menambah nafsu makan, tapi tidak mengubah "ketakutan" atau trauma anak terhadap nasi/sayur. Masalahnya bukan di lambung, tapi di pola pikir.
Pendekatan sistematis untuk mengubah pola pikir bawah sadar anak terhadap makanan. Pilih tahapan di bawah untuk mempelajari prosesnya.
Kami melakukan observasi mendalam untuk mencari tahu pemicu utama—apakah itu trauma masa lalu, kepekaan tekstur, atau dinamika lingkungan.
Menggunakan teknik neuro-linguistik yang lembut untuk mengubah "sinyal bahaya" menjadi "sinyal menyenangkan".
Membangun kebiasaan baru yang dikunci menjadi perilaku permanen agar anak merasa bangga dan senang mencoba makanan baru.
"9 dari 10 anak menunjukkan keterbukaan terhadap jenis makanan baru setelah sesi ke-2 di klinik kami."
Mendalam Di Awal
Mengamati kondisi emosi, perilaku, dan pola respon anak.
Dilakukan dalam suasana aman dan nyaman
Membantu anak membentuk respon yang lebih adaptif.
Orang tua dibekali pemahaman dan strategi untuk diterapkan di rumah.
Terapi dilakukan dalam bentuk program pendampingan, bukan sesi tunggal. Pendekatan dan durasi program disesuaikan berdasarkan kebutuhan unik setiap anak.
(Menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anak)